Tab Menu 10


Rabu, 30 Desember 2009

Jangan Menyerah

Tak ada manusia Yang terlahir sempurna Jangan Kau sesali S'gala yang telah terjadi

Kita pasti pernah Dapatkan cobaan yang berat Seakan hidup ini Tak ada artinya lagi..

Syukuri apa yang ada Hidup adalah anugerah Tetap jalani hidup ini Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan Kuasanya Bagi hambanya yang sabar Dan tak kenal putus asa..

Jangan Menyerah..
Jangan Menyerah..
Jangan Menyerah..


Lirik Persembahan Khusus untuk Teman-teman Seperjuangan LSM SMART...
JANGAN PERNAH MENYERAH SAHABAT..!!!! Kita PASTI BISA!!!

Jumat, 25 Desember 2009

BULETIN SMART (catatan pengantar)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apakabar Sahabat Smart?, semoga sahabat Smart selalu dalam keadaan sehat, penuh semangat menjalani segala langkah menuju berbagai cita-cita,

Berbarengan dengan momentum pergantian Tahun Baru 1431Hijriah, Alhamdulillah berangkat dari keterbatasan dengan berbekal semangat, motivasi dan kerjasama akhirnya bidang media LSM SMART telah menerbitkan Buletin Smart edisi perdana dan InsyaAllah rencananya akan terbit setiap bulan.

Meskipun sangat disadari masih banyak kekurangan, namun mudah mudahan menjadi sebuah catatan perbaikan kami pada edisi berikutnya.

Semoga kehadiran buletin ini bisa menjadi sarana media komunikasi untuk saling berbagi informasi bagi Sahabat Smart semua.

Mohon do’a dan dukungan sahabat Smart semuanya, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

BULETIN SMART

Rubrik Utama : HITORI – HITam pOetih Remaja Islam

Rubrik Tanya Jawab : SMS – Share ‘Ma Smart

Rubrik Senyum : TABASSUM

Rubrik Kartun : SaMmi & ARTi

Rubrik Petikan : MoDIS – Moetiara Quran & Hadist

Penerbit : Bidang Media LSM SMART

Pemimpin Redaksi : R. Rian Rahmat Ibrahim, SE.

Distribusi : Burhan Nurhasan, Yayan Setiawan

Bidang Keuangan : Restu Handayani

Informasi & Promosi : Reni Harianti, SE., Sofyanti, Spd., Irma Kusumawati, Amd.

Alamat Redaksi : Jl. Sekehaji Blok G2 No. 62 Ds. Jatiendah Kec. Cilengkrang Kab. Bandung Telp. 022 71328105 – 08996915726

Rekening : 0006216185100 Bank Jabar & Banten A.n LSM SMART

Email : smartbuletin@yahoo.co.id weblogsite www.lsmsmart.blogspot.com

Kamis, 24 Desember 2009

TAHUN BARU 1431H

Kartu Ucapan Tahun Baru Islam oleh Alhabib - Semoga Allah Memperbarui Imanmu.
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1431 H

MESIN WAKTU

Suara adzan berkumandang di saat pukul 05.00 menandakan waktu shalat shubuh telah masuk, sebagian kaum muslim bergegas bangun untuk melakukan shalat baik itu di rumah atau di masjid, tetapi ada juga yang masih molor sampai siang hari bahkan sore hari dan belum melakukan aktivitasnya sama sekali karena kesibukannya baru dimulai di malam hari di lokasi remang-remang, atau pada saat kita pulang kantor ke rumah di malam hari dapat dilihat sekelompok anak muda yang nongkrong di pigir jalan sambil bermain gitar sampai larut malam, hal-hal seperti itu dapat kita jumpai setiap malam. Kadang kita bertanya begitu mudahnya orang-orang dan mungkin juga kita termasuk di dalamnya telah menyia-nyiakan waktu yang terbuang percuma begitu saja dan tidak memberikan makna sama sekali. Hidup ini penuh dengan warna yang di dalamnya penuh dengan tantangan, cobaan, dan godaan dunia dengan segala pernak-perniknya yang membutuhkan sikap yang bijak untuk menjalaninya dan harus dibekali dengan ilmu yang memadai.
"Penderitaan-penderitaan mewarnai hidup anda, tetapi anda yang memilih warnanya." (John Maxwell)

Kita bertanya-tanya dalam hati apakah kehidupan atau waktu yang kita lalui ini sudah kita pergunakan sebaik mungkin atau tidak.? Alangkah ruginya saya di saat menjalani sesuatu yang berharga kemudian di sia-siakan. Orang yang merugi jika diberikan modal tetapi modalnya tidak dipergunakan pada tempatnya atau dihamburkan begitu saja dengan sia-sia. Begitu juga kalau kita diberi modal waktu, kemudian waktu itu di sia-siakan maka kita juga termasuk orang yang merugi. Karena pentingnya waktu itu maka Allah SWT sampai berfirman dengan "bersumpah demi waktu"
"Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menjalankan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al-Ashr 1-3)
Kadang kala jika kita sedang ngobrol atau berbincang-bincang dengan teman-teman, kadang berfikir apakah yang kita bicarakan ini bukan pembicaraan yang sia -sia, apakah hanya cerita-cerita yang bisa menimbulkan dosa saja. ? Mungkin ada juga baiknya kalau bersikap "diam bermanfaat" yang memberikan keutamaan dalam bersikap diam yang merupakan hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa dengan bersikap menahan diri atau diam maka akan menjadi maslahat lebih besar dibanding dengan "berbicara yang tidak bermanfaat", sehingga bebas dari masalah, bebas dari dosa dan bebas dari perkataan yang sia-sia sehingga waktu tidak terbuang percuma begitu saja.
Ada satu hal yang cukup menarik buat kita untuk direnungkan, jika melihat sepasang ayam jantan dan betinanya ada hal-hal tertentu yang bisa kita ambil sebagai bahan pelajaran dari kehidupannya, dimana ayam tersebut begitu pintar mengatur dan memanfaatkan waktunya dengan baik, mengapa di dikatakan demikian.? Lihat saja sekitar menjelang senja hari sudah mengumpulkan dan menuntun anak-anaknya untuk masuk kekandangnya lalu dengan mengepakkan dua sayapnya untuk melindungi anaknya sambil beristirahat, dan menjelang terbit matahari di pagi harinya sudah berkokok yang secara tidak langsung telah membangunkan kita atau orang-orang dan seakan-akan mengisyaratkan kepada kita "hai manusia bergegaslah bangun dari tidurmu dan janganlah kamu bermalas malasan dan bergegaslah agar bersiap-siap berangkat untuk mencari rezeki di atas bumi ini untuk keluargamu sehingga waktumu tidak terbuang dengan percuma"
Sungguh besar Rahmat Allah SWT yang telah memberikan waktu kepada kita secara gratis, tidak usah dibayar dan dicari tapi sudah tersedia. Persis dengan udara yang saya hirup untuk bernapas. Sama dengan penjelasan bahwa Allah SWT telah menurunkan semua rejeki manusia, tinggal bagaimana kita memanfaatkan dengan lebih baik, dan produktif sehingga dapat memberikan kesejahteraan buat kita.
Kalau sang waktu sudah begitu berarti dan bernilai, alasan apa lagi yang bisa untuk menunda melaksanakan atau merealisasikan rencana-rencana akan datang, untuk apa kalau hanya di atas kertas saja.
"Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan dan mencoba lagi dalam suatu cara yang berbeda." (Dale Carnegie)
Hidup ini hanya satu kali dan sebentar saja untuk itu dibutuhkan suatu kesungguhan di dalam meniti karier kehidupan kita, agar menjadi orang yang memiliki penghargaan terhadap waktu yang telah diberikan secara gratis oleh Allah SWT sehingga bisa lebih bermakna untuk dunia dan akhirat kita. Amin

buletin smart edisi 1

Rabu, 23 Desember 2009

KENAPA HARUS SHALAT?

o1 : “Bukankah Allah memiliki karunia dan pemberian?”
o2 : “Benar”
o1 : “Bukankah Dia perlu disyukuri atas semua itu?”
o2 : “Benar”
o1 : “Lalu bagaimana cara mensyukurinya?”
Diam beberapa saat tanpa ada jawaban. o1 menunggu, yang boleh jadi o2 sedang memeras pikirannya.
o2 : “Aku tidak tahu” (dengan mimik tidak puas).
Setelah diam sejenak, dia berkata,
o2 : “Tunjukkan padaku bagaimana cara mensyukuri karunia itu!”
o1 : “Di sana ada dua cara untuk mewujudkan syukur atas keberadan karunia dan pemberian itu secara bersamaan, yaitu : pertama, engkau harus mengakui karunia dan peberian itu hanya milik-Nya. Pengakuan itu harus muncul dari dalam hatimu dan bukan sebatas pada lisanmu, lalu engkau merunduk kepada-Nya dengan meletakkan kening di atas tanah, bersujud dan tunduk kepada-Nya. Kedua, engkau harus menjaga nikmat itu dan engkau harus meletakannya di tempat yang diridhai-Nya”

(diambil dari buku “Mengapa Saya Harus Shalat” yang ditulis oleh Abdurrauf Al-Hannawy dan Dr. Abdul Adzim Badawy dengan sedikit perubahan pada cara penulisan, yaitu dalam bentuk dialog, dan orang pertama ditulis o1 dan orang kedua ditulis o2)

Shalat.. shalat…

Kadang2.. kalo lagi males atau tersibukkan sama hal lain.. ada yang gampang banget ninggalin shalat. Padahal dengan begitu, secara nggak sadar dia udah membuat dirinya “mesen kapling” di neraka. Serem? ember! but it’s true!

Dulu.. waktu smp.. gw masih susah kalo disuruh shalat.. meskipun dari sekolah (yaitu dari guru agama) udah ngasih formulir yang isinya kayak evaluasi ibadah shalat gitu. Jadi, kalau udah ngerjain shalat, bisa diceklis di tabel yang ada disitu. Ketauan kan kalo ga shalat. Tapi tetep we… masih juga suka bolong2 shalatnya…

Kenapa bisa gitu? Mungkin gini.. Coba bayangin lu ketemu sama seseorang. Trus lu gak kenal sama orang itu. Tapi, elu disuruh ketemu sama orang itu 5 kali sehari, dengan waktu yang ditentukan sama dia, dan saat ketemu dia, lu harus membaca serangkaian bacaan yang merupakan bahasa asing yang gak lu ngerti artinya…

Yap… gak kenal sama yang nyuruh shalat, dan gak ngerti makna shalat itu sendiri..
Hm.. ternyata kita harus mengenal Allah juga ya.. Bahkan membangun hubungan denganNya juga. Karena seharusnya kita kan gak cuma gaul sama manusia aja (habluminannas), tapi hubungan sama Allah jg harus ada (habluminallah).

Tapi gimana caranya? Kan Allah gak keliatan.. Ya, mengenalnya bukan dari dzatnya.. bukan mengenai begimana wujud Allah, tapi mengenalNya lewat tanda2 kekuasaanNya yg tersebar di alam. Misalnya.. gimana bulan bintang dan benda langit lainnya beredar menurut garis edarnya, dengan patuh, tanpa pernah bertabrakan. Itu pasti Allah yang mengaturnya. Dan tanda2 lainnya. Kalau yg suka mentoring (hehe), pasti tau nih yg begini namanya Ma’rifatullah.

Kalau udah kenal dan cinta, biasanya kita mau kan ngelakuin apa aja buat orang yang kita cinta itu? Begitu juga kalau kita kenal dan cinta Allah.. apa aja rela dilakukan deh! Dan cinta pada Allah itulah yg harusnya jadi cinta tertinggi.

Kalau udah begitu, insya Allah shalat gak berat lagi. Dari yang dirasanya kewajiban yang memberatkan, jadi kebutuhan untuk men-charge rohani dan melepas stress.
Tapi selain itu, perlu diperhatikan juga cara shalatnya, udah sesuai tuntunan Rasul belum… Nah, jangan kapok2 nyari ilmu tentang ini.

Yap.. semoga ibadah yang merupakan tiang agama ini bisa tegak terus ya..
ngambil dan agak diedit dari blog tetangga henings.wordpress

Senin, 21 Desember 2009

OUTBOUND

Hai… Hai… Assalamu'alaikum sobat2 SMART !!!
LSM SMART mu ngadain kegiatan Outbound geto, bwt nyambut tahun baru Hijriah… bwt sobat SMART yang SMP n SMA
Biasanya klu taun baru, semangatnya juga baru yach?
Mknya kita mu ngadain acara ini supaya qta kembali BERSEMANGAT dalam jalanin hidUp ni… Duuh berat bgt dech kata2nya ^_*, InsyAllah acaranya seryuuu..dech!!
Kita bakal ngadain acara outbound tgl 27 Desember 2009 @ IKOPIN JATINANGOR
FREE loh !!!
So guys, don't miss it !! Daftarin nama loe skrg juga, sms aje ke Kang Rian 08996915726 (ketik : DAFTAR_OB_NAMA LENGKAP_LOKASI)

Rabu, 16 Desember 2009

YANG MUDA YANG BERTAKWA

Apa yang kamu pikirin kalo denger kalimat bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa? Terus apanya yang di terusin? Hehehe, siapa lagi yang akan menerusakan perjuangan dan dakwah yang sudah dilakukan para kaum tua yang telah mendahului kita? Hmm.. yang pasti anak muda dong ya. Khususnya, pemuda yang mempunyai akhlak yang baik dan tentunya memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

Pemuda berperan penting dalam kehidupan di dunia ini. Potensi yang dimiliki sangat besar jika diasah dan disinergikan, potensi-potensi itu akan menghasilkan ledakan yang dahsyat. Tapi percuma saja kalo pemudanya bermalas-malasan (termasuk yang malas beneran), tidak bersemangat dan mudah putus asa apa lagi kalo diajak halaqah atau ngaji aja susah? Hmm, kalo begitu gimana mau jadi pemuda muslim yang ideal? Gimana mau jadi anak muda yang bertakwa?

Bro, ada orang bilang: “Yang muda yang berkarya dan jangan cuma bicara”. Hehe.. jadi nggak cuma bicara, tapi menulis. Yup, insya Allah tulisan ini sebagai wujud nyata sumbangan pemikiran dan dakwah, usaha untuk menyemangati dan mengkritisi kondisi pemuda saat ini. Prikitiw!

Sobat muda muslim, banyak perubahan besar yang terjadi dan dilakukan oleh pemuda, coba kita flashback pada masa detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia, semangat para pemuda saat itu luar biasa sampai-sampai Ir. Soekarno diculik oleh golongan pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Jangan lupa juga momentum sumpah pemuda yang bertekat untuk bersatu membangun bangsa juga dilakukan oleh pemuda. Oya, ini terlepas dari perjuangan tersebut salah dalam pandangan Islam ya. Tapi yang kita lihat pelakunya adalah pemuda.

Dalam sejarah Islam, banyak anak pemuda yang memilih dan masuk Islam. Yang termuda, Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun hampir sama dengan az-Zubair bin Al-Awwam, kemudian Ja’far bin Abi Thalib (18), Usman bin Affan (20), Umar bin Khattab (26). Bahkan ada yang berprestasi di usia muda, yakni Usman bin Zaid yang ketika diangkat menjadi panglima perang usianya yang masih cukup belia (18). Rasulullah saw. mengangkatnya menjadi penglima perang untuk memimpin pasukan muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada dalam kekuasaan Romawi.

Ibnu Abbas ra berkomentar: “Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan ia dari kalangan pemuda.” Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala, namanya Inrahim.” (QS al-Anbiyaa [21]: 60)

Pemuda-pemuda seperti merekalah yang kita patut teladani, ilmu pengetahuan, semangat berjuang, jiwa berkorban dan ketakwaan semata-mata hanya mengharap ridho Allah dan RasulNya.

Potret buram


Saat ini kita patut bangga atas prestasi anak muda Indonesia dalam berbagai bidang. Di bidang sains, pemuda Indonesia menjuarai olimpiade internasional seperti meraih medali perak pada tahun 2008 lalu, dalam ajang Internasional Mathematics Olympiad (IMO), Internasional Biology Olympiad (IBO) dan masih banyak lagi.

Di antara segudang prestasi yang diraih nggak kalah banyak juga pemuda yang terjerumus dalam pergaulan yang salah. Budaya seks bebas yang mudah dijumpai. Hampir ada di setiap kampung maupun kota besar. Narkoba pun merajalela. Padahal pakai narkoba bukan solusi yang gentleman “nggak cowok banget dach!”. Lagian, apa nggak apda nyadar kalo banyak yang meninggal akibat OD (over dosis). Di media massa juga seperti terbiasa memberitakan tentang aborsi akibat pergaulan seks bebas. Apa mungkin si perempuan belum siap atas kehamilannya dan status buruk yang dicap kemudian menggugurkan kehamilannya. Ada juga bayi yang sudah dilahirkan sengaja dibunuh oleh ibunya. Waduh, parah banget!

Bro en Sis, nggak sedikit kasus pelajar yang putus asa karena nggak lulus ujian nasional. Mereka mengambil jalan pintas dengan melakukan bunuh diri karena merasa malu. Budaya konsumerisme dan gaya hidup mewah mungkin udah mendarah daging di kehidupan remaja perkotaan. Doktrin kapitalisme membuat mereka terperosok ke dalam nafsu individualisme dan materialisme. Ironisnya saat ada teman yang mendakwahinya, dia bilang: “Urusin aja diri elo sendiri, ngapain repot-repot ngurususin gue? Udah deh urusan kayak begini nggak usah disangkut-pautin sama masalah agama”. Wadduh, masih untung ada yang mau peduli dengan sesama temannya. Apa jadinya dunia jika semua manusia bersikap individualistis?

Bro en Sis, sebelumnya saya nggak ingin menghakimi atau mencerca teman-teman nih. Tapi kita juga wajib kritis dan menyadarkan bahwa masih banyak remaja yang mengaku Islam tapi nggak mau mengkaji ajaran agamanya sendiri. Coba tanyakan pada anak muda yang mengaku Islam yang sedang berlalu-lalang di jalan untuk menyebutkan 12 nama bulan dalam Islam? Kmeungkinan besar banyak yang tak hapal dan terbata-bata menyebutkannya, tapi giliran ditanya bulan masehi? Anak sekolah dasar pun lancar nyerocos (tentu yang tahu hehehe), kayak busway yang lagi ngebrutss. Repot-repot tanya soal bulan hijriah coba dech tanya dulu huruf hizaiyah? Hehehe.

Bro en Sis, “kita jangan jadi bebek” alias mengikuti budaya Barat mulai dari cara berpakaian, hedonisme, hura-hura, pergaulan bebas terus suka mengkonsumsi narkoba. Pemuda adalah penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin negara bahkan dunia. Negara pastinya hancur jika remaja tidak segera diselamatkan. Nggak percaya? Jangan dicoba!

Pemuda ideal

Solusinya hanya ada satu yaitu kembali kepada Islam yang kaffah (menyeluruh). Jangan setengah-setengah agar kita menjadi pemuda yang ideal menurut Islam. Islam adalah agama yang amat memuliakan dan memperhatikan pemuda. Dalam al-Quran ada kisah tentang Ashabul Kahfi, cerminan sekelompok pemuda yang beriman dan tegar keimannya kepada Allah Swt. Mereka berani meninggalkan kaumnya yang mayoritas menyimpang dari ajaran Allah Ta’ala dan penguasa dzalim sementara ratusan orang dibinasakan, diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Sekelompok pemuda itu bersembunyi ke dalam sebuah gua dan Allah Swt. menyelamatkannya dengan menidurkan mereka selama 309 tahun, Subhannallah!

Nah, gimana sih kriteria pemuda Islam yang ideal? dan sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam? Yuk, ini juga perlu jadi catatan dan tolak ukur buat kita, menurut Dr. M. Manzoor Alam (1989 : 40-43) kriteria dan sifat-sifat dasar tersebut adalah:

Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah. Firman Allah Swt. (yang artinya):“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepada anaknya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman besar.” (QS Luqman [31]: 13)

Kedua, berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua, Islam menekankan pentingnya berbuat kepada kedua orang tua dan merupakan bagian terhadap penyembahan terhadap Allah Yang Maha Kuasa. Sebagaimana dalam firman Allah Swt. (yang artinya) “Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS al-Israa [17]: 23)

Ketiga, jujur dan bertanggungjawab, pemuda Islam patutnya berikhtiar untuk memanfaatkan amanah yang berupa kekayaan, kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan dan lainya (termasuk dakwah). Firman Allah Swt. (yang artinya): “Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh Telah kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya.” (QS al-Israa [17]: 16-17)

Keempat, persaudaraan dan kasih sayang, Pemuda Islam juga harus memiliki sifat kasih sayang antar sesamanya dan hendaknya dibarengi dengan semangat berkorban. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS al-Hujuraat [49]: 10)

Kelima, yang terakhir adalah bermusyawarah, setiap individu memiliki perbedaan, agar tidak terjadi perpecahan dan kesalahpahaman dalam bermasyarakat, tentunya pemuda Islam juga harus perpegang teguh pada norma-norma permusyawarahan. Seperti yang telah diamanatkan Allah Swt. (yang artinya): “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya”. (QS Ali ’Imran [3]: 159)

Apa yang bisa kita lakukan?

Wah, indah banget deh kalau saja sifat-sifat dasar tersebut ada di dalam diri pemuda muslim saat ini, pastinya akan membawa perubahan dan kemajuan ke arah yang jauh lebih baik. Poin yang teramat penting adalah ketakwaan kita kepada Allah Swt. Jika hidup kita disibukkan dengan urusan agama Islam tentu urusan duniawi akan mengikuti dengan baik. Namun sebaliknya jika kita hanya berjibaku dengan urusan duniawi, alhasil hanya kenikmatan fatamorgana yang kita dapat, penyesalan dan kehancuran. Tentu, yang lebih mendasar adalah perkara aqkdah. Seharusnya kita lebih memahami dan menerapkan akidah yang benar.

Bro en Sis, bukan perkara sulit untuk mewujudkannya jika kita mau melakukan perubahan mulai pada diri kita sendiri. Jangan cuma bicara “Talk less do more” Hehehe. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah berdakwah, karena merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengingatkan ke jalan yang benar dan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Dakwah bisa dengan lisan dan tulisan. Kepada orang terdekat dengan kita, juga kepada yang jauh dari sekeliling kita. Jangan sampai mencela orang-orang yang berbuat salah karena itu akan membuat mereka semakin gila dalam kesalahan, jangan sampai kita berdakwah namun menganggap kita lebih mulia dan lebih berilmu dari mereka yang kita dakwahi.

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana mewujudkan supaya kita menjadi pemuda yang ideal menurut Islam? Hmm.. tentunya dengan belajar sebagai langkah awal mendalami Islam yang seutuhnya kemudian segera menyampaikan ilmu yang kita dapat dan kita pahami kepada teman-teman yang lainnya dengan cara berdakwah. Oh indahnya jika semua itu bisa terwujud. Tapi, memang harus diusahakan untuk terwujud. Itulah mengapa kita wajib berdakwah. Yuk ah, moga kita makin takwa dan semangat untuk belajar Islam dan mendakwahkannya. Siap? Yes!
logo-gi-3 gaulislam edisi 105/tahun ke-3 (7 Dzulqaidah 1430 H/26 Oktober 2009)
[samsi: saidansam.wordpress.com]