Tab Menu 10


Kamis, 18 Februari 2010

Senin, 15 Februari 2010

KEMATIAN HATI

Ust. Rahmat Abdullah
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan Allah atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.


Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata.

Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma’siat menggodamu dan engkau menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau kubur dia? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan perkosaan, walaupun pada saatnya mereka memperkosa.

Dan masyarakat memanjakan mereka, karena “mereka masih dibawah usia”. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan - bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan ukhti)- di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh”

Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”? Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian perempuan, karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan “ Jika Allah melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tinggallah antara engkau dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu : “Jika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da’wah akan ternoda”. Seakan engkau-lah pemilik da’wah ini.

Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam seperti ayah, bahkan lebih dekat lagi”

Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? Kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekurangan masyarakat? Koruptor macam apa engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.

Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mall. Betapa besar sumbangan mereka kepada Amerika dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata karena nuansa “westernnya”. Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan India dengan kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Bila ia minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga, maka 300 juta bangsa India akan tegak, walau-pun tulang punggung mereka tak kuat lagi berdiri karena lapar dan kurang gizi.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”…
Di posting oleh www.lsmsmart.blogspot.com

Senin, 25 Januari 2010

HITORI (HITam pOetih Remaja Islam)

Ramli, Si Raja Chatting
Author: Abu Aufa

Kenal dengan Ramli? Yang suka chatting mungkin kenal banget, karena konon Ramli ini adalah si Raja Chatting. Sahabat sejatinya adalah sebuah komputer, tempat ia tiap hari online dari malam sampe' pagi, bahkan konon lupa mandi ama gosok gigi, pokoknya udah kaya' orang semedi.

Nah, suatu hari pas chatting, Ramli 'buzz-buzz'-an ama Putri, kenalan, eh... akhirnya Ramli bilang wo ai ni. Tambah girang, karena dijanjiin dikirimin foto via DCC, Ramli pun senyum, tertawa, ha ha ha ... hi hi hi ... Ramli gembira, hatinya berseri-seri. Namun, waktu nerima photo, blep..., listriknya mati. Yaa... kesian banget si Ramli, ihik...ihik...

Akhirnya mereka janji ketemuan. Ramli duduk menanti, tak lama Putri pun datang menepati janji. Ramli terpana, mulutnya menganga, karena ternyata si Putri itu adalah kekasih Ramli. Ramli si Raja Chatting tertipu, namun ia tak jera, malam ini Ramli chatting lagi. Ih... gak kapok ya si Ramli!

Hmm...di era yang serba komputer seperti saat ini, chatting bisa sebagai sarana komunikasi. Bisa nulis untaian kata indah plus menyentuh hati kepada lawan jenis, rayuan biasa, rayuan pulau kelapa, hingga rayuan gombal, glek !!! Demikian canggihnya, sampe bisa kirim-kiriman photo, teleconference, webcam, dll, namun chatting bisa juga sebagai sarana silaturahim dan saling memberikan tausyiah.

Emang kalo gak mau dikatakan 'gaptek', kudu gaul, ikut perkembangan teknologi. Kalo diajak ngomong masalah teknologi, kudu nyambung, daripada dibilang kuper. Namun, waspada juga, karena kadang tanpa disadari norma-norma pergaulan bisa sedikit demi sedikit bergeser. Yang dulunya menundukkan pandangan kalau berbicara langsung, kini ha ha ha ... hi hi hi ... di ajang chatting, meski satu sama lain belum kenal.

Akhirnya, lambat laun hari-hari para netters itu seperti Ramli, si Raja Chatting. Kagak peduli mandi boro-boro gosok gigi, tiap hari cuma didepan layar komputer untuk tebar pesona, kata-kata mesra, kasih sayang dan janji untuk merenda masa depan bersama. Amboi... uendah nian!!!

Bohong-bohongan tentang data pribadi pun jadi lumrah, karena itu Ramli gak tau kalo Putri itu sebenarnya kekasihnya sendiri. Uups!!! Bukan membolehkan 'kasih-kasih'-an lho, maksudnya dalam dunia chatting, gak ada siapapun bisa menjamin dengan siapa sebenarnya ia ber-chatting ria.

Secara fisik, chatting memang tidak membuat 2 orang yang bukan mahram menjadi berduaan/khalwat. Karena patokan ini, dikhawatirkan di kalangan remaja Muslim ada yang berpendapat, "Boleh aja kan chatting, lebih aman, daripada ketemu langsung dengan resiko berkhalwat!" Apa iya sih?

Dalam chatting, zahirnya emang tidak ada hal-hal yang dilanggar dalam hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram. Namun gak cukup hanya itu aja kan, karena kita juga harus melihat kecenderungan umum yang terjadi, lalu juga liat gimana dampak psikologisnya. Bukankah kesempatan chatting itu juga bisa memberikan kesempatan untuk berbicara yang sifatnya pribadi? Bahkan, bisa tambah parah kalau udah masuk ke hal-hal yang kurang etis, 'parno' dan hal-hal negatif yang lain. Topik yang tidak mungkin dibicarakan secara verbal dengan bertatap muka, justru lebih leluasa dilakukan dengan chatting.

Jadi permasalahannya, apakah chatting itu secara umum melahirkan hal-hal yang lebih jauh atau tidak? Misalnya, copy darat seperti Ramli dan Putri? Juga apakah dialog itu menjurus ke hal-hal 'parno' atau tidak sesuai dengan norma-norma Islam? Kalo menjamin tidak melanggar syariat Islam, gak ada masalah kok. Tapi, bisa menjamin gak? Karena meski secara fisik tidak terjadi khalwat, secara psikologis bisa lebih jauh dan lebih kuat.

Nah... karena itu kita butuh kiat-kiat gimana sih 'chatting yang sehat'.
Yakinkan diri dan hati ini, kalo chatting itu bisa sebagai sarana dakwah, saling mentausyiah, bukan untuk menebar kata-kata mesra nan cinta. Memulai dengan satu kata cinta, bisa menggoda jutaan kata cinta lainnya muncul lho. Katanya sih 'temen' kok ya jadi 'demen', glek!!!
Kadang dari hati ini bisa muncul hasrat yang cenderung pada nafsu, karena itu jaga sikap dan kata-kata untuk tidak merusak dan menghilangkan tujuan dari ta'aruf dan ukhuwah itu sendiri. Ta'aruf itu sendiri kan untuk saling mengenal, demikian juga ukhuwah, bisa nambah saudara. Lha, kalo belon apa-apa kata-katanya udah ngajak 'perang', wah... bisa-bisa yang muncul di monitor adalah 'kata-kata aneh bin ajaib'.
Jangan terjebak pada permainan kata-kata, katanya sih mau ngasih perhatian, tapi kok berlebihan, kaya' suami istri aja. Kata-kata manisnya, "Jangan lupa makan ya, ntar sakit lho, kan jadi gak bisa chatting lagi!", atau "Duh... kamu pasti manis deh, keliatan dari tulisannya" atau juga "Kalo udah mau tidur, sebut namaku dalam hatimu ya, dan mimpikan diriku, bla...bla...bla..." Gedubrak!!! Kudu ati-ati nih kalo nemu netters kaya' ginian. Lha, ketikan di layar monitor dimana-mana kan sama aja, gimana bisa tau yang nulis manis! Lagian kalau mau tidur kok nyebut nama si doi, gak diajar tuh ama Rasulullah SAW.
Jujur dong kalau ditanyakan data pribadinya, karena kalau sesuatu udah dimulai dengan kebohongan atau sesuatu yang tidak baik, gimana bisa menjamin proses selanjutnya? Inget lho, biasanya orang kalau udah dibohongi sekali aja, gak bakalan kudu percaya lagi. Kata orang Jepang, shinjirarenai!!!
Kalo emang hal ini berat, gak bisa jamin gak terjadi zina hati, sebaiknya hindari deh chatting dengan lawan jenis, kecuali dengan suami atau istri sendiri, curhat gak mesti dengan lawan jenis kan? Kalo maksa juga harus curhat dengan lawan jenis dengan resiko gak bisa jaga hati, solusinya kudu cepet nikah, jadinya chatting dengan pasangan sendiri, insya Allah 100% halal!!!
Chatting itu kan hanya sebuah alat, karena itu maslahat atau mudharatnya tergantung ke kita-kita juga, mau cari kebaikan atau sebaliknya. Kalau untuk kebaikan, insya Allah memperoleh pahala, demikian juga sebaliknya.

Wallahu a'lam bishshawab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

diposting untuk www.lsmsmart.blogspot.com

BULETIN SMART EDISI 2 (catatan pengantar)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apakabar sahabat Smart?, semoga kita selalu terjaga dari komitmen2 yang pernah kita tanam, semoga juga kita selalu terhangatkan oleh semangat2 yang pernah kita bakar.
Sahabat Smart, selalu kita mengatakan terlalu cepat berlalu, pada waktu2 yang pernah kita lalui, dan memang bergitulah sang waktu selalu tanpa berkompromi terus melaju kencang, dan kita semua berharap bisa memanfaatkan waktu yang dimiliki sebaik mungkin.
Alhamdulillah, memasuki bulan kedua di Tahun 1431H kembali kami menjumpai sahabat melalui Buletin Smart edisi 2, buletin Smart kali ini tampil dengan rubrik2 bagi remaja. Mudah mudahan bisa menjadi sarana silaturahim dan semoga ada manfaat yang bisa diambil.



Rabu, 20 Januari 2010

COWOK KOQ GEULIS EEH GIRLISH..??

Tampang macho tapi dandanan feminin, malah centil. Bukan bencong, tapi ngakunya pejantan tangguh. Itulah cowok-cowok girlish. Sekedar mode, atau ada yang lain?
Tampang sih macho, tapi dandanan? Ya ampun girlish abis! Bajunya junkies, celana gombrang, ada juga yang nekat piercing anting di kuping. Belum lagi asesoris cewek macam ikat rambut. Kadang dipake buat ngiket rambut yang gondrong, atau dijadiin gelang di tangan. Kalau perlu rambut juga ditoning atau diwarnain. Pokoknya, girlish total!
Apa sih girlish?
Menurut Webster New Word Dictionary “girlish” itu adalah: of, like, or suitable to a girl or girlhood. Artinya, cowok yang berpenampilan ala cewek. Gaya macam gini nggak cuma didominasi para bencong alias abal-abal. Cowok-cowok yang normal juga suka berdandan girlish. Vokalis Slank, Kaka, misalkan dulu sering pake baju junkies, ketat, transparan macam cewek-cewek. Setali tiga uang ama Andi adalah vokalis grup asal Bandung /rif. Kalau kamu simak penampilannya di layar kaca terkadang suka ditambah make up yang agak medok, termasuk lipstick. Gaya make up medok itu juga diperagakan oleh grup asal Inggris Duran Duran yang ngetop tahun 80-an. Sebelumnya ada penyanyi yang udah bangkotan, David Bowie tampil dengan gaya glam rock. Genit persis cewek-cewek.
Boyz, jaman sekarang emang nggak ada aturan yang ngelarang dandanan. Mau pake apa aja dan bergaya apa aja boleh. Itu kan hak asasi manusia. Tapi, pantes nggak sih cowok ber-girlish ria? Gimana juga cowok girlish di mata cewek?
Ati-ati Bro!
“Geli!” kata Pratiwi, seorang cewek yang berhasil dihadang SODA. Cewek keling-manis yang bentar lagi diwisuda ini ngaku nggak suka ama cowok-cowok yang girlish. “Cowok itu bagusnya tampil rapi deh,” ia ngasih alasan. Di kampusnya sendiri ada beberapa teman kuliahnya yang tampil girlish. Lahir-batin sih mereka normal, alias nggak punya kecenderungan aneh. Cuma ya itu aja, suka berdandan girlish. Pratiwi ngaku jadi geli ngeliatnya.
Tuh, boyz, simak deh pandangan cewek soal dandanan. Meski di negeri ini soal dandanan nggak jadi persoalan, tapi apa mau dipandang geli ama cewek-cewek? Niatnya mo tampil keren eh malah diketawain ama orang-orang. Kan nggak lucu.
Tapi buat mereka yang udah ngerasa nyaman dengan dandanan centilnya pandangan orang lain ya kagak ngaruh. Kalau pikiran dan badan udah ngerasa enak dengan gaya girlish, jalan aja terus. The show must go on.
Soal kecenderungan cowok tampil girlish juga dipengaruhi dunia mode. Hari gini, para perancang mode suka bikin macam-macam jenis baju. Ada baju yang memang dirancang khusus untuk cowok. Tampilannya jelas maskulin. Kaos, kemeja, celana panjang, ataupun jasnya memang khas untuk memperlihatkan sisi maskulin para cowok. Ada juga jenis pakaian yang unisex. Yakni pakaian yang emang dirancang untuk bisa dipakai oleh kaum pria ataupun wanita. Tapi yang bikin kita ber-istighfar adalah pakaian cewek tapi dipakai oleh para cowok. Inilah yang disebut girlish. Meski kata perancang busana itu sah-sah aja, tapi bener itu sah?
Dress Code Cowok Muslim
Bro, soal pakaian sebenarnya bukan cuma urusan kain nempel di badan. Berpakaian itu kudu memperhatikan soal etika dan estetika. Hukum dan keindahan. Paling pokok ya soal hukum, keindahan sih nomor sekian. Yup, agama kita udah ngajarin dengan detil banget soal berpakaian. Fungsi pokok pakaian adalah menutupi aurat. Buat para cowok, aurat itu ada di antara pusar sampai bagian lutut. Dengkul alias lutut sendiri bukan aurat, tapi yang ada di atas lututlah auratnya. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Janganlah menampakkan pahamu dan janganlah melihat paha orang yang masih hidup dan telah meninggal.”
Imam Abu Daud dan Tirmidzi juga pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah menegur seorang sahabat yang tersingkap kainnya sehingga nampak pahanya. “Apakah engkau tidak tahu bahwa paha adalah aurat?”
Selain menutup aurat, ternyata para cowok juga punya batasan lain dalam soal berpakaian, yakni dilarang memakai memakai sutra. “Telah diharamkan memakai sutra dan emas bagi kaum pria dan dihalalkan bagi kaum wanita di antara mereka.”(hr. Tirmidzi). Beliau juga menambahkan, “Sesungguhnya (pria) yang memakai sutra adalah mereka yang tidak mendapat bagian di akhirat.”(hr. Bukhari, Muslim). Lebih jauh lagi Nabi saw. bilang bahwa sutra dan emas adalah pakaian untuk kaum pria di surga. So, be patient, Bro! Sabar aja sampai kita masuk surga.
Sekali waktu pernah juga sih Rasulullah saw. ngasih izin kepada dua orang sahabat untuk memakai sutra. Yakni Zubair bin Awwam dan Abdurrahman bin Auf radliallahu anhuma, karena keduanya menderita gatal-gatal jika memakai pakaian dengan bahan biasa. Artinya, ini hanya berlaku dalam keadaan darurat, buat para cowok yang sakit kulit dan hanya bisa memakai sutra.
Soal girlish gimana? Ini juga dijelasin oleh Islam. Nabi saw. sudah bikin penjelasan kalau cowok dan cewek emang beda. So, jangan disama-samain. Bukan hanya soal mental dan biologisnya, tapi display-nya alias penampilan luarnya emang kudu beda. Cewek punya asesoris tersendiri yang kagak bisa dipinjem oleh mahluk cowok. Mulai dari anting, kalung, sampai pakaian. Untuk para cewek Allah sudah mewajibkan mereka memakai kerudung dan jilbab saat berada di tempat umum. Tapi selain kerudung dan jilbab, mereka boleh saja memakai celana panjang (khas cewek), rok, kaos dan kemeja di tempat-tempat khusus, atau di antara sesama cewek lagi.
So, cowok udah dibatasi nggak boleh memakai asesoris dan pakaian yang jadi “kebangsaan” para cewek. Dalam satu hadits disebutkan, “Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki.”(hr. Bukhari).
Bro, kalau kamu cowok tampilin dong sejatinya seorang cowok. Gentle dan macho, tinggalin asesoris yang girlish, yang bikin cewek-cewek jadi geli. Ini cowok atau mahluk hermaphrodite? Berkelamin ganda? Udah gitu, nggak ada itungannya dalam Islam seorang cowok tampil girlish. Bersih dan fresh itu nggak mesti girlish. Cowok sejati juga bisa tampil begitu. Nggak percaya, buktiin aja sendiri. [januar]
[pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda, edisi 14/Desember 2005]
diposkan di www.lsmsmart.blogspot.com


Kamis, 14 Januari 2010

GLOBAL WARMING

Pagi-pagi saya terbangun untuk shalat shubuh, setelah selesai saya langsung menyalakan computer dan mengutak-ngatik beberapa program hingga beberapa jam. Kurang lebih pukul 07.30 saya keluar rumah untuk merasakan segarnya udara di pagi hari, tapi rasanya qo aneh ya udara yang terhisap kedalam tubuh tidak sesegar waktu dulu, ketika itu saya menginjak SMP ! apakah memang udara yang kita rasakan pada saat ini kesegarannya berkurang, apa y penyebabnya ???

Memang tak terasa semakin hari keadaan bumi kita ini semakin memprihatinkan, terlihat dari meningkatnya suhu rata-rata Bumi. Penyebabnya adalah Global Warming, hal ini memang berdampak secara langsung terhadap kesehatan tubuh manusia. Trus apa yang menyebabkan Global Warming? Penyebabnya adalah meningkatnya emisi karbon akibat penggunaan energi fosil (minyak, batubara dan sejenisnya), dan yang memberikan sumbangan besar terhadap gejala ini adalah Negara-negara industri seperti Amerika dan sekutunya.



Menurut James Lovelack salah seorang pendiri Greenpeace mengatakan bahwa "Dampak pemanasan global inilah yang sebenarnya dapat mengakibatkan punahnya spesies manusia, sebab dampak dari perang nuklir tidak akan menciptakan kerusakan seluas dan sebesar seperti pemanasan global." Dan menurut dia juga bahwa kehancunran akibat Global warning ini tidak dapat dihindari, yang dapat kita lakukan adalah hanya berusaha untuk memperlambat terjadinya kiamat ini. Dan suatu saat nanti kita akan sering disuguhkan dengan berbagai bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa, dan badai secara rutin. Serta Kemungkinan kenaikan suhu sampai 6,4 C yang mengakibatkan mencairnya es maupun glasier, sehingga akhirnya kutub utara pun akan menghilang dengan sendirinya (sumber: taman Hidup).

Lapisan ozon bumi kita pun terus menipis terasa dari semakin meningkatnya intensitas sinar ultra violet yang dapat mengakibatkan Kanker kulit, Katarak, penurunan daya tahan tubuh, dan pertumbuhan mutasi genetic. Kalau kita pernah membaca mengenai menghilangnya benua atlantis dan sumeria akibat gejala yang hampir sama, itu membuktikan bahwa kerusakan ini memang benar-benar dapat menghilangkan suatu peradaban/benua yang telah maju sekalipun. Dan akhirnya kita sendiri sebagai suatu generasi yang memang diamanahkan untuk merawat planet ini, sudah saatnya untuk memulai langkah nyata baik untuk yang terkecil sekali pun.

Saya mengambil salah satu artikel (gang-camara-blogspot) yang berisi mengenai bagaimana untuk mengurangi dampak dari Global Warming tersebut diantaranya :
Transportasi
1. Hindari menggunakan pesawat terbang untuk jarak kurang dari 500 km.
2. Tinggalkan mobil di rumah untuk jarak yang tidak terlalu jauh.
3. Gunakan kendaraan umum, kurangi polusi.
4. Gunakan sepeda untuk perjalanan jarak pendek.
5. Matikan mobil jika menunggu lebih dari 30 detik.
6. Panaskan mobil seperlunya.
7. Periksa tekanan ban mobil. Kurangnya tekanan menyebabkan boros bahan bakar.
8. Turunkan barang dari bagasi jika tidak dibutuhkan.
9. Rawatlah sistem pengeluaran polusi kendaraan bermotor Anda.

Di Kantor dan Sekolah
1. Matikan perangkat kantor di malam hari dan saat libur.
2. Matikan monitor komputer saat istirahat.
3. Matikan lampu jika tidak digunakan.
4. Gunakan perangkat kantor hemat energi.
5. Lakukan audit energi untuk penghematan.
6. Jangan tinggalkan alat-alat elektronik dalam keadaan stand-by.
7. Hemat kertas dengan mencetak bolak-balik.
8. Hemat pemakaian tisu.
9. Mengurangi pemakaian AC, gunakan kipas angin.
10. Menanam pohon di sekitar pekarangan Anda.
11. Ikut mendukung kampanye pelestarian alam.

Di Rumah
1. Tutup kran air dengan rapat.
2. Hemat air untuk mandi.
3. Gunakan mesin cuci hanya jika cucian banyak.
4. Matikan lampu dan alat elektronik jika tidak digunakan.
5. Panaskan air untuk minum seperlunya.
6. Pilih alat elektronik hemat energi.
7. Gunakan lampu hemat energi.
8. Pasang pemanas bertenaga matahari di atap rumah.
9. Ganti tisu dengan lap kain.
10. Mengurangi pemakaian AC, gunakan kipas angin.
11. Menanam pohon di sekitar pekarangan Anda.
12. Ikut mendukung kampanye pelestarian alam.

Jumat, 08 Januari 2010

OUTBOND MUHARRAM SERRUUUU!!!!!

Jatinangor, 27 Desember 2009 10 Muharram 1431 H
Assalamu'alaikum....

Sobat SMART, masih inget kan sama kegiatan Outbond yang kita laksanakan dalam moment Muharram??!! So, pasti pada inget. Soalnya acaranya seru abizzz dech!!!
Bukan cuma karena gamesnya aja yang seru-seru, tapi rintangan sama tracknya yang cukup menantang bikin spot jantung dech...(hehehe...berlebihan bgt ya...). Rintangannya aja, dari yang cuma merem2 trus masukin pinsil ke botol sampe Spider Web ada lho....bahkan sampe ngerayap-rayap di rimbunan semak2 pun dilalui dengan gigih (yuhuu..pejuang sejati). Atau yang cuma nyanyi-nyanyi ("Marina Menari" red) melatih konsentrasi pun ada juga ..gimana fren??SERu khan??? Dan yang ga kalah seru...pas kita nyemplung tu ke danau Cek Dam Ikopin yang kalo di liat udah kaya susu coklat...sambil diminum enak kali ya...hehehehe...
Tapi, bener deh fren selain fisiknya di gojlok (kaya ospek aja ya...hehe..), tapi ilmu yang kita dapat juga ga kalah menariknya. Ditambah, di akhir acara ada muhasabahnya bikin kita terharu dan kembali berintrospeksi atas kehidupan kita di tahun 1430 H.
So...masih mau ngelewatin moment seru bareng SMART...Rugi bo...Jadi, Nantikan kehadiran kami dalam Kegiatan Dahsyat Berikutnya yaaaa....!!!:)
Salam SEMANGAT SMART...SMART..Goooooo!!!!!

Wassalamu'alaikum wr.wb..