Tab Menu 10


Selasa, 05 Januari 2010

HIDAYAH IBARAT PESAWAT TERBANG

Ada sebuah cerita tentang dua orang teman yang saling mengasihi karena Allah SWT. Suatu ketika, salah satu dari mereka melakukan perbuatan maksiat. Sahabatnya bertanya,"Kenapa engkau melakukan itu sahabatku?". Dan dia pun menjawab,"aku tidak tahu, mungkin hidayah Allah belum sampai kepadaku".

Bro, dari cerita di atas. Benarkah kita susah untuk mendapatkan hidayah Allah itu?ternyata,hal itu kembali pada diri kita juga. Allah ga' akan semata-mata memberikan hidayah-Nya kepada kita kalo kitanya sendiri belum siap untuk mendapatkan hidayah itu.

Yups, sebenarnya hidayah Allah itu sangat dekat dengan kita. Tinggal bagaimana kita untuk meraihnya. Ada yang menganalogikan kalo hidayah Allah itu ibarat pesawat terbang. Nah loh, apa hubungannya antara hidayah Allah dengan pesawat terbang???


Ternyata bisa di bilang ada cing. Coba kita berfikir kalo pesawat terbang ga ada landasannya, apa 'ntu pesawat akan mendarat??anak kecil juga bisa jawab. YA GA AKAN LAH. Sama, hidayah Allah juga seperti itu. Cuma bedanya, landasan hidayah Allah itu bukan kaya landasan pesawat terbang. Landasan hidayah Allah itu adalah hati kita. Apabila hati kita belom bisa jadi landasan hidayah Allah, maka GA AKAN MUNGKIN JUGA hidayah Allah mendarat di hati kita.

So, siapkah hati kita untuk menjadi landasannya hidayah Allah?hanya kita yang bisa menjawabnya. wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar